Jika Anda Ingin Mendapatkan Impian Anda
Semasa kecil dulu, ketika berulang tahun kita seringkali diminta untuk mengucapkan (dalam hati) keinginan kita sebelum meniup lilin pada kue ulang tahun. Ketika melihat ”bintang jatuh” kita juga sering diminta untuk mengucapkan keinginan kita dengan harapan agar keinginan tersebut terkabul.
MILIKI DAN KENALI IMPIAN KITA
Sebelum kita mendapatkan apa yang kita impikan, terlebih dahulu kita perlu mempunyai impian. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan.
Miliki impian. Impian (seringkali dikenal juga dengan sebutan cita-cita, keinginan, visi) adalah motor pendorong yang dahsyat untuk terjadinya perubahan. Tanpa impian, tak akan ada perubahan. Tanpa perubahan tak akan ada perkembangan. Tanpa perkembangan tak akan ada prestasi. Bahkan Sigmund Freud juga mengakui bahwa impian adalah ”Bapak” dari pikiran untuk sukses, dan tentu saja pikiran sukses adalah ”Ibu” yang melahirkan tindakan untuk mencapai sukses.
Misalnya: Kakak beradik Wright bermimpi untuk bisa terbang. Impian ini telah memacu keduanya untuk berpikir sukses. Pikiran sukses mereka memacu berbagai tindakan untuk meraih sukses, antara lain: tindakan melakukan berbagai eksperimen untuk terbang dan tindakan untuk menciptakan berbagai pesawat untuk membawa mereka terbang, dan akhirnya mereka berhasil.
Cari impian. Bagaimana jika kita ingin memiliki impian, tapi tidak tahu apa yang harus kita impikan? Norman Monath dalam bukunya Know What You Want and Get It! mengusulkan agar kita berinteraksi dengan orang lain, dan selalu berkeinginan untuk mencoba hal-hal baru. Dari hasil interaksi dengan orang lain di luar keluarga dan teman-teman yang ada sekarang (berkenalan, berdiskusi, menghadiri seminar, loka-karya, menghadiri reuni, pesta perkawinan, atau berpartisipasi dalam kegiatan berbagai organisasi sosial), kita bisa mendapatkan ide-ide baru, kita juga bisa berkenalan dengan orang-orang yang memiliki impian yang mungkin saja adalah juga impian yang kita inginkan. Dengan mencoba hal-hal baru, kita bisa mempelajari hal-hal baru, yaitu hal-hal yang tidak kita senangi dan hal-hal yang kita senangi. Kita juga bisa membaca berbagai buku dan artikel untuk mengeksplorasi impian kita. Semua ini bisa memberi inspirasi kepada kita untuk memiliki impian yang ingin kita raih.
Misalnya: Jules Vernes yang menulis tentang perjalanan fiksi ke bulan jauh sebelum misi ke bulan yang sebenarnya dilakukan, telah memberikan inspirasi bagi para ilmuwan untuk menciptakan pesawat ruang angkasa yang akhirnya berhasil membawa manusia untuk menjejakkan kaki di bulan. Ibu Kartini yang berinteraksi dengan teman-teman baru (di luar keluarga dan teman-teman bangsa sendiri) telah mendapatkan impian untuk membawa perubahan bagi kaum wanita bangsanya pada waktu itu. Martin Luther King Jr, yang membaca berbagai artikel mengenai Gandhi telah terinspirasi oleh tindakan Gandhi untuk memperjuangkan nasib kaumnya tanpa kekerasan.
Kenali impian. Setelah berinteraksi dengan banyak orang, membaca banyak buku, dan melakukan banyak hal-hal baru, mungkin saja kita juga akhirnya bisa memiliki banyak impian. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Impian mana yang harus kita pilih dari sekian banyak impian yang berhasil kita dapatkan? Pilihlah impian yang sangat kita dambakan untuk tercapai. Impian ini biasanya adalah keinginan yang ”merasuk” jiwa kita, ”menyusup” ke persendian, dan ”merajai” pikiran dan hati kita, sehingga dapat membuat kita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengatasi berbagai masalah, misalnya: rasa takut, kegagalan dan risiko. Impian seperti ini umumnya adalah impian yang melampaui keinginan sesaat saja, dengan rentang waktu yang jauh ke depan.
Misalnya: Ray Kroc, pendiri salah satu waralaba restoran cepat saji terbesar di dunia, memiliki banyak impian. Ia pun mencoba peruntungannya di berbagai bidang: sebagai sukarelawan di masa perang, sebagai tenaga penjual alat-alat untuk restoran, sebagai manajer pemasaran di restoran orang lain, sebelum akhirnya ia menemukan impiannya untuk membeli restoran hamburger dari sepasang kakak beradik, dan mengubah serta menjalankan restoran tersebut sebagai restoran cepat saji. Restoran jenis ini akhirnya berhasil merevolusi gaya makan para pekerja di Amerika, yang kemudian juga menyebar ke Eropa dan belahan bumi lainnya.
DAPATKAN APA YANG ANDA IMPIKAN
Setelah kita memiliki dan mengenali impian yang benar-benar kita dambakan untuk terwujud, kita tentunya ingin segera mewujudkannya. Ada banyak prinsip yang bisa kita terapkan. Tiga di antaranya adalah prinsip yang ditulis oleh Albert Carr dalam bukunya How to Attract Good Luck. Dengan mengikuti tiga prinsip sederhana ini, kita memiliki peluang besar untuk mewujudkan apa yang kita impikan.
Membuka Diri. Ketika Thomas Alva Edison sedang bereksperimen untuk menciptakan bola lampu, ia mencoba ”mengundang” petir dengan menaikkan layang-layang di lapangan terbuka pada waktu hujan. Hasilnya: Petir pun ia dapatkan. Demikian juga dengan peluang untuk mewujudkan impian. Kita perlu ”mengundang” ataupun ”menciptakan” berbagai peluang untuk mewujudkan impian kita seperti yang dilakukan Edison ketika mengundang petir yang akhirnya berhasil ia ”tangkap” dan ”abadikan” dalam bentuk bola lampu. Bagaimana caranya? Yang perlu kita lakukan adalah meng-ekspos (membuka diri) kita terhadap peluang untuk meraih kesempatan sukses tersebut. Peluang bisa muncul dari pertemuan dan perkenalan dengan orang-orang baru, mencoba kegiatan-kegiatan baru dan mengunjungi tempat-tempat baru.
Misalnya: Ketika memiliki hasil karya yang cemerlang namun hanya memiliki ”dana” terbatas, Bill Gates tidak tinggal diam meratapi nasib. Bill Gates mendekati beberapa investor sebelum akhirnya berhasil mengubah ”ide” dan ”hasil karya”nya yang spektakuler yang merevolusi penggunaan komputer menjadi ”mesin uang” yang meroket dan membawa pemuda ini menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat. Demikian juga dengan Ogilvy, si raja di bidang periklanan. Ketika sedang berada pada kondisi tanpa pekerjaan, Ogilvy, seperti juga Bill Gates, menciptakan peluang kerja dengan mendatangi berbagai perusahaan dan ”menjual” kemampuan dan kebulatan tekatnya untuk berhasil. Dari sekian banyak perusahaan yang didekati, akhirnya satu perusahaan ”mempercayai” kemampuan Ogilvy dan mempekerjakannya. Ogilvy melaju terus dalam karier sampai akhirnya mampu mendirikan perusahaan periklanannya sendiri yang menjadi teladan bagi perusahaan-perusahaan periklanan lainnya di dunia.
Mengenali Peluang. Dari sekian banyak peluang yang kita temui, kita perlu memilih peluang yang paling tepat untuk mewujudkan impian kita. Untuk mengenali peluang yang tepat, kita perlu mendudukkan ”impian” kita sebagai ”bintang petunjuk” bagi setiap tindakan yang kita lakukan dan setiap keputusan yang kita ambil. Jika kita ingin memiliki usaha sendiri di bidang pendidikan dan pelatihan, namun tidak memiliki dana yang cukup, selain ”membuka diri” pada berbagai kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang, kita juga perlu mengenali kesempatan mana yang bisa memberikan peluang terbesar agar usaha kita juga tidak sia-sia, misalnya dengan mencari kesempatan untuk berinteraksi dengan para calon investor atau partner yang memiliki minat besar di bidang pendidikan (tidak dengan sembarang orang saja).
Misalnya: Norman Monath yang punya impian untuk memiliki usaha sendiri di bidang penerbitan, selalu berusaha datang pada pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh para ”petinggi” dan investor yang memiliki minat besar di bidang penerbitan. Ketika kesempatan untuk bertemu dengan salah satu investor yang sedang mencari bantuan untuk melakukan riset di bidang penerbitan, Norman tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan sigap ia menawarkan diri untuk membanntu. Dengan menawarkan bantuan, Norman berharap sang investor bisa melihat kemampuannya. Dan, ternyata benar, setelah proyek penelitian yang melibatkan Norman Monath selesai, Norman pun berhasil meyakinkan sang investor untuk menanamkan modal di penerbitan yang diimpikan Norman.
Bertindak. Tindakan memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada kata-kata semata. Tanpa tindakan, impian kita hanyalah tinggal mimpi. Tindakan merupakan ujung tombak dari pencapaian impian. Contoh tindakan yang dilakukan Norman Monath di atas (menawarkan jasa untuk membantu calon investor prospektif) juga telah menggambarkan penerapan prinsip ketiga ini, yaitu bertindak/memberikan respons terhadap peluang yang berhasil diidentifikasi. Jelaslah, setelah peluang berhasil diidentifikasi, kita jangan tinggal diam, melainkan perlu bertindak untuk meraihnya.
Misalnya: Walt Disney yang pada awalnya ber-partner dengan sang kakak dalam mendirikan studio film pertamanya, tidak tinggal diam ketika ia melihat bahwa paman mereka memiliki gudang kosong yang bisa diubah menjadi studio film mini. Peluang yang berhasil diidentifikasi untuk memulai usaha dengan dana terbatas ini, segera saja ditindaklanjuti. Disney bersaudara kemudian datang menemui sang paman untuk meminta izin menggunakan gudang yang sedang tidak dipergunakan tersebut. Hasilnya, kedua kakak beradik ini berhasil meyakinkan sang paman akan kemampuan mereka, dan berhasil mendapatkan izin untuk menggunakan tempat tersebut. Dari tempat sederhana ini, Disney bersaudara berhasil memulai langkah sukses untuk mewujudkan impian mereka.
Orang-orang yang berhasil menorehkan kesuksesan dalam sejarah hidup mereka pasti memiliki mimpi. Semua kesuksesan mereka berawal dari impian yang sangat merasuk jiwa, raga, dan pikiran mereka, serta mendorong mereka untuk bertindak. Mereka pun juga memiliki prinsip-prinsip sederhana yang mereka terapkan untuk meraih sukses. Jika kita ingin seperti mereka, milikilah impian, kenalilah impian yang paling dapat menggerakkan pikiran, hati nurani, dan tindakan kita untuk mewujudkannya, setelah itu undanglah kesempatan untuk meraih mimpi dengan membuka diri terhadap berbagai kesempatan yang ada di sekitar itu, terutama kesempatan yang paling berpotensi untuk mewujudkan impian kita. Setelah kesempatan ini berhasil kita identifikasi, langkah berikutnya adalah bertindak untuk meraih kesempatan yang paling berpotensi untuk mewujudkan impian kita. Selamat bermimpi dan selamat bertindak untuk mewujudkan impian Anda. Sukses untuk Anda.n
KAMUS MANDIRI
Keyakinan adalah mempercayai keberadaan lautan hanya dari melihat sebuah sungai kecil.
William Arthur Ward (1921-1994), Educator.
Bukanlah gunung yang harus kita taklukkan untuk mencapai puncak, melainkan diri kita sendiri. Edmund Hillary, Explorer.
Setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi seperti yang ia upayakan. Jeremy Collier (1650-1726), Clergyman.
Lakukanlah sesuatu. Jika gagal, lakukan hal yang lain. Tak ada satu ide pun yang terlalu gila untuk dilaksanakan.
Jim Hightower, Social critic.
Imaginasilah yang telah berhasil membentuk segala sesuatu di dunia ini. Barry Lopez, Writer.